Senin, 09 Februari 2026

Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik

 Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik



Pendahuluan 

Saya memilih menanam kangkung karena menurut saya tanaman ini cepat tumbuh dan mudah dirawat. Selain itu, kangkung juga gampang didapat dan sering dimasak di rumah, jadi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari saya. Buat saya, kangkung juga bisa jadi simbol kesederhanaan karena walaupun terlihat sederhana, dia bisa tumbuh dengan baik asal dirawat dengan benar. Dari awal, saya berharap bisa makan sayur hasil tangan sendiri dan merasakan kepuasan karena menanamnya dari nol. Proyek ini saya lakukan bukan cuma untuk tugas, tapi juga sebagai bagian dari pembelajaran iman Katolik, supaya saya bisa lebih menghargai ciptaan Tuhan, bahkan dari hal-hal kecil seperti menanam sayur.


Proses Menanam


Pada hari pertama, saya menyiapkan semua perlengkapan seperti pot, tanah, dan benih kangkung yang sudah disediakan oleh sekolah dengan perasaan sangat senang. Tanah yang saya gunakan terlihat subur karena berwarna gelap dan terasa gembur, lalu saya mencampurnya dengan sedikit kompos agar nutrisinya lebih baik. Benih kangkungnya berukuran kecil dan ringan, sehingga saya harus lebih teliti saat menaruhnya di atas tanah. Saya memasukan tanah ke dalam pot dan benih yang digunakan untuk menanam kangkung juga cukup banyak, setelah memasukan benih ke dalam tanah saya menutupi benih itu dengan tanah lagi hingga penuh. Meskipun benih itu tampak kecil dan sederhana, saya percaya di dalamnya sudah ada kehidupan yang siap tumbuh. Dari proses ini, saya belajar untuk lebih sabar dan percaya bahwa sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil.Pada masa menunggu, saya rutin menyiram dan mengamati tanaman setiap hari. Awalnya saya sempat cemas, tetapi tetap berusaha sabar sampai akhirnya tunas hijau kecil muncul dari tanah pada hari ke 5. Rasanya senang dan lega melihatnya tumbuh. Saat memasuki masa pemeliharaan, saya memberi pupuk dan memastikan cukup sinar matahari. Dari proses ini, saya belajar bahwa pertumbuhan butuh kesabaran dan merawat adalah komitmen yang harus dilakukan dengan konsisten.


Tantangan dan Hambatan yang dialami

Tantangan yang saya alami selama menanam kankung ini terjadi pada hari ke 8 yaitu tanaman kangkung saya ada beberapa yang sudah layu dan tercabut dari potnya. Tanamannya tidak dirusak oleh orang lain melainkan tanamannya mati sendiri dan perasaan saya sangat kecewa karena kangkung yang sudah saya rawat dengan baik malah mati dengan sendirinya. Saya mencoba untuk tetap sabar karena semua yang di dunia ini tidak ada yang sempurna dan saya mau menjaga kangkung ini lagi dengan sungguh sungguh karena Yesus mengajarkan kita untuk tidak menyerah terhadap apapun. Saya memindahkan tanaman saya di tempat yang lebih terkena sinar matahari dan aman untuk kangkung saya dan saya lebih rajin lagi menyiram dan menengok kangkung. Saya juga belajar bahwa menanam itu bukanlah hal yang mudah karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tanamannya dan mengajarkan kita juga untuk peduli memelihara tanaman ciptaan Tuhan


Pelajaran hidup yang diambil

Pelajaran hidup yang saya ambil selama menanam kangkung adalah disiplin, karena jika kita tidak disiplin dalam menyiram tanaman maka tanaman itu bisa saja mati dan tidak tumbuh. Kedua ada kesabaran. Kita diajarkan bersabar selama proses bertumbuhnya tanaman karena bisa saja tanaman itu rusak, mati atau lama tumbuh dan kita harus sabar untuk melewati semua proses untuk tanaman kita tumbuh sepenuhnya. Lalu ada pantang menyerah. Waktu itu kangkung saya sempat mati karena saya tidak menyiramnya dan kurang terkena sinar matahari, oleh karena itu saya menanam kembali kangkungnya dan berusaha tidak akan menyerah hingga kangkungnya tumbuh.


Refleksi Iman Khatolik

Saya juga mengaitkan kegiatan menanam kangkung saya dengan ayat yang ada di alkitab yang diambil dari Kejadian 1 Ayat 11-12 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 


Penutup dan Doa Syukur

Dari proyek menanam saya belajar banyak bahwa menanam itu bukan hanya sekedar menanam. Menanam itu adalah proses kita menghargai hal hal yang mulai dari yang keci hingga sudah tumbuh besar. Saya juga bersyukur dapat belajar hal baru dalam kegiatan proyek ini yaitu cara merawat dan menjaga ciptaan Tuhan yang sangat indah. Sekarang saya melihat kangkung yang ada dipasar itu sangat berbeda, karena kangkung itu tumbuh dari hati nurani orang yang berbeda beda dan kerja keras untuk merawat kangkung itu. Saya mau panjatkan rasa syukur ini kepada Tuhan. Tuhan yang maha baik dan penyayang, terima kasih atas benih kecil yang sudah engkau ciptakan untuk saya. Terima kasih karena engkau juga memberkati dan melindungi saya selama proses menanam kangkung ini agar tetap lancar. Saya mohon, semoga dengan menanam ciptaan engkau ini, saya dapat menghargai lagi ciptaan ciptaanmu yang lainnya mulai dari yang kecil hingga besar. Saya juga berdoa agar orang orang dapat saling menghargai satu sama lain, tidak membeda bedakan sesama ciptaanmu. Bantu kami ya Tuhan untuk selalu menjaga dan merawat ciptaan ciptaanmu yang sangat indah ini. Dalam nama Tuhan kami berdoa dan mengucapkan syukur. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gerbang Logika

 Gerbang Logika Penjelasan Gerbang logika adalah penyusun elektronika digital yang setiap cara kerja rangkaian pada gerbang logika menggunak...